DARURAT! Kematian Menghantui Ribuan Balita Gaza, Penuhi Gizi untuk Gaza, Rumah Gizi Indonesia, Solusi selamatkan Anak Palestina

DARURAT! Kematian Menghantui Ribuan Balita Gaza, Penuhi Gizi untuk Gaza

Rumah Gizi Indonesia – Solusi selamatkan Anak Palestina

Data Biro Statistik Pusat Palestina menerangkan bahwa 49,6% penduduk Gaza adalah anak-anak dan sisanya 51,4% dewasa, begitupun Penduduk Tepi Barat 43,4%  adalah anak-anak dan sisanya 56,7% dewasa.

Krisis kemanusiaan di Palestina terus berlangsung hingga saat ini. Blokade berbagai akses vital oleh Israel makin melumpuhkan perekonomian Palestina, dampaknya mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan sehingga terjadinya gizi buruk anak-anak Palestina. Selain gizi buruk efek dari blokade adalah langkanya obat-obatan sehingga makin memperburuk keadaan.

“Kami hanya makan daging merah atau ayam setiap enam bulan sekali. Anak-anak saya tidak minum susu. Saya sangat khawatir ini akan membahayakan kesehatan mereka dalam jangka panjang,” Mansoura.

 

“Sebagian besar makanan yang saya buat untuk anak-anak saya bergantung pada sayuran termurah yang kadang bisa saya temukanseperti kentang dan terong,” Ahmed.

Ribuan anak Palestina menderita Anemia dan Malnutrisi, keduanya berdampak buruk terhadap mereka. Berbagai penyakit kronis telah menjangkiti mereka bahkan berujung kematianujar peneliti kepada wartawan Al Watan.

“Saya tidak bekerja dan saya tidak dapat memenuhi tanggung jawab saya terhadap keluarga saya, anak anak saya tidak cukup gizi, Kami mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Kata Samiir.

Malnutrisi adalah Masalah Serius di Gaza

Sejak tahun 2018 gizi buruk di Palestina meningkat hingga 30%, dengan kondisi Gaza yang semakin darurat anak anak gizi buruk diPalestina diperkirakan terus meninggkat hingga sekarang, Ditemukan bahwa 86 persen anak-anak di bawah usia 5 tahun yang tinggal di dekat perbatasan Gaza-Israel tidak memiliki pola makan minimal.

Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan bahwa 28 persen wanita menyusui di Gaza telah kehilangan kadar zat besi. Lebih dari 68 persen dari dua juta orang Gaza dianggap rawan pangan oleh PBB. Kerawanan pangan didefinisikan sebagai tidak memiliki akses ke atau tidak mampu membeli cukup makanan bergizi untuk menjalani hidup yang sehat dan aktif.

Malnutrisi Menjadi Salah Satu Konsekuensi dari Blockade Ketat Yang Diberlakukan Israel di Gaza

Krisis kemanusiaan ini 9 dari 10 balita di Gaza terhambat pertumbuhannya karena mengalami gizi buruk yang tak berkesudahan. Sampai saat ini, Gaza belum memiliki Rumah Gizi untuk memenuhi pasokan kebutuhan nutrisi dan memberantas gizi buruk yang mereka alami.

Atas dasarinilah, melalui program Giziuntuk Gaza,Al Quds Volunteer Indonesia berinisiatif membangunWakaf Rumah Gizi Indonesia Pertama untuk Gaza.

Rumah Gizi Indonesia Untuk Seluruh Keluarga Gaza, Terutama Bayi Baru Lahir, Bayi, Anak Balita, Ibu Hamil dan Menyusui.

  • RGI untuk pemantauan perkembangan Kesehatan anak sesuai standar WHO
  • RGI untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan
  • RGI untuk percepatan variasi konsumsi pangan
  • üRGI untuk suplay suplemen, gizi dan vitamin
  • üRGI untuk pemantauan pertumbuhan ; penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak
  • üRGI menyediakan informasi tumbuh kembang anak

Sahabat AVI, doa dan dukungan terbaikmu akan sangat membantu mereka. Yuk, salurkan kepedulianmu dengan berdonasi tunai untuk mereka!

Salurkan Donasi terbaik Sahabat AVI dengan cara:

1. Klik ‘Donasi Sekarang’
2. Masukan nominal Donasi
3. Pilih Bank Transfer Bank Syariah Indonesia (BSI)/ Qris / Gopay
4. Klik Transfer
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

    Belum ada berita terbaru

Belum ada kontributor